![]() |
| Penjahit keliling Ahmad Juli (dok: LH) |
Ahmad datang dari Kenanga Dua, Desa Solokan, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, beradu nasib di Halmahera Tengah, Maluku Utara, dengan bekal doa isteri dan anaknya.
Setiap hari, Ahmad harus mengendarai motor dan membawa "mesin jahitnya", ini bukan sekedar alat menjahit pakaian, tapi itu kehidupannya. Baginya bukan perkara mudah apalagi aduh nasib di negeri orang, tetapi dengan kebesaran hati, berharap setiap jahitan membawa harapan besar untuk merubah nasib.
Ahmad bercerita kepada Lensahalmahera.com, sebelumnya bekerja di bidang konfeksi dan tahun 2006 banting setir menjadi "penjahit keliling", perjalanan 20 tahun dengan gerobak mesin jahitnya berukuran 88x35cm itu namun semangatnya tak pernah runtuh demi menghidupi keluarganya.
"Sebelum ke Maluku Utara, saya menjahit keliling juga di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara," tutur Ahmad, Rabu (15/7/2026), dengan ketenangan tapi semangatnya memotivasi
Ahmad mengatakan selama di Halmahera Tengah mencari pelanggan hingga ke wilayah pesisir Patani yang terletak di semenanjung timur pulau Halmahera.
"Saya pergi menjahit ke Payahe, Lelilef, dan Patani. Tapi kalau ke Patani biasanya bermalam/menginap," ucapnya
Ayah dari empat anak itu mengungkapkan pendapatan setiap hari 300 ratusan rupiah dari hasil menjahitnya dan harus mengirimkan ke anak dan istrinya yang berada di kampung halaman. Anak pertama dan kedua sudah lulus SMK, anak ketiga masih dibangku sekolah.
"Dalam sehari langganan ada 3 hingga 5 orang. Dan hasil menjahit, saya harus kirim ke istri dan ana-anak, apalagi anak saya yang bungsu masih berusia 4 tahun," ungkapnya
Walaupun dengan pendapatan hasil jahit seperti itu, namun ungkapan syukurnya tak pernah putus, ia selalu berharap jika modal telah mencukupi ke depan akan membangun tempat sendiri tanpa harus menjahit keliling.
"Alhamdulillah, saya bersyukur dengan hasil jahit hingga saat ini dapat menghidupi isteri dan anak-anak. Harapan saya bisa merubah nasib agar lebih baik, dan bisa mengembangkan usaha saya ini," timpalnya
Dari Ahmad Juli, mengingatkan kita bahwa sekecil apapun hasilnya jangan lupa untuk mengucap syukur. Doa isteri itu kekuatan, kerja keras itu fondasi mencapai keberhasilan. (red)
