Jadi Langganan Tempat Sampah Hingga "Aroma" Tak Sedap, Nikmatullah: Perlu Kesadaran Warga

Sebarkan:

Tumpukan sampah  (dok: LH/13/7/2026)
WEDA, Lensahalmahera.com — Jadi langganan tempat penumpukan sampah di area jalan lingkar tambang PT. Indonesia Weda Industrial Park (IWIP), di Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Sampah dibiarkan berhari-hari hingga berminggu-minggu di bibir jalan tersebut. Parahnya aroma tak sedap sangat menyengat saat warga melewati di area tersebut. 

Pantauan Lensahalmahera.com, Senin (13/7/2026), penumpukan sampah tersebut tepatnya di Desa Lukolamo, Weda Tengah, Halmahera Tengah. Kondisi tersebut sangat memprihatikan, sehingga warga yang melewati pun merasa resah.

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Tengah, Nikmatullah F. Jinaba mengatakan area tersebut bukan tempat pembuangan sampah, hal itu tidak dibenarkan.

"Ini perlu ada kesadaran dari warga, pernah dipasang plang larangan di tempat tersebut tapi masih saja dibuang sampah ditempat itu. Ini artinya warga belum memiliki kesadaran," kata Kabid DLH Nikmatullah, pada Senin (13/7/2026)

Nikmatullah menyampaikan walaupun ada tumpukan sampah di area tersebut, tapi pihak DLH selalu mengangkut—membersihkan area itu dan dibuang ke tempat penampungan sementara berlokasi di Desa Lelilef.

"Mau salahkan siapa? Torang (kami) berharap ada kesadaran dari seluruh warga," tegasnya

Sementara itu, Kepala UPTD TPA Tri Wuriani menambahkan untuk wilayah Weda Tengah pelayanan penanganan sampah dari desa masing-masing. Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar.

"Bukan tempat penampungan sampah disitu tapi mereka buang sampah di sepanjang jalan tersebut. Jadi untuk TPS liar ini torang dari DLH turun untuk membersihkan itu, tidak pakai jadwal," cetusnya

Tri menegaskan jika ke depan ada warga yang membuang sampah ditempat tersebut dan tertangkap tangan, maka akan ditindak tegas.

"Saya mau satu kali kita (kami) tangkap tangan, supaya diproses langsung sesuai aturan yang berlaku," geramnya

Menjaga lingkungan ASRI adalah bagian dari ibadah, merawat bumi Fagogoru bersih dari sampah memerlukan kolaborasi yang optimal. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini