![]() |
| Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Halteng, Jenar Yamin, SKM., M. Epid (dok/LH) |
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Jenar Yamin, SKM., M. Epid, mengatakan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel limfosit T-CD4, sehingga kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit menjadi menurun.
"Dan untuk kasus AIDS sebanyak 91 kasus dan meninggal sampai sekarang 30 orang di tiga tahun terakhir, sehingga total keseluruhan kasus HIV/AIDS sebanyak 201 kasus. Fenomena ini terlihat sejak hadirnya perusahan tambang PT IWIP (Indonesia Weda Bay Industrial Park) dengan maraknya pencari pekerja yang datang di Halmahera Tengah," kata Jenar, Kamis (9/7/2026)
Sasaran utama (Primary Targets) yang berkaitan dengan upaya pencegahan HIV/AIDS dan kelompok berisiko yang dijalankan oleh Puskesmas sebagai berikut: Promosi kesehatan, Mobile Visite (screening) terhadap populasi berisiko tinggi yaitu : wanita penajajah seks, lelaki seks dengan lelaki (LSL), pengguna napza suntik (penasun), remaja dengan perilaku seksual berisiko, karyawan dan karyawati dan masyarakat umum.
Dalam konteks penularan HIV RO (Route of Transmission) bagi penderita HIV/AIDS adalah 1/100 artinya orang yang terinfeksi HIV menularkan kepada orang sehat/pasangannya sebanyak 100 orang.
"Ini yang menjadi tantangan kita bersama untuk memberantas pencegahan HIV di bumi Fagogoru, karena dampak yang timbul bila perilaku pencegahan HIV/AIDS tidak diatasi lebih dini, akan berakibat luas pada masyarakat dan generasi emas Faggogoru selanjutnya," tegas Jenar
Selain itu, diperlukan penanganan yang lebih spesifik sesuai standar dengan tujuan untuk mencegah dampak risiko penularan dengan harapan penderita ODHA mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV).
Menurut Jenar, hingga saat ini belum ditemukan obat HIV, dan tujuan ARV untuk menekan replikasi virus HIV hingga jumlah virus (viral load) menjadi sangat rendah atau tidak terdeteksi, meningkatkan dan mempertahankan fungsi sistem kekebalan tubuh, mencegah perkembangan HIV agar tidak menjadi AIDS.
"Itu mengurangi risiko Infeksi Oportunistik (IO) serta komplikasi lainnya, mencegah penularan HIV kepada orang lain, mengurangi penularan HIV dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui apabila terapi diberikan secara tepat dan berkelanjutan," timpalnya
Kemudian itu, menurunkan angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) akibat infeksi HIV, dan meningkatkan kualitas dan harapan hidup orang dengan HIV (ODHIV) sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal dan tanpa diskriminasi oleh lingkungan sosial.
"Untuk itu kami berharap agar semua stakeholder berperan aktif dalm upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Halmahera Tengah. Dengan slogan, Bersama Menuju Fagogoru Bebas HIV/AIDS," pintanya (red)
