![]() |
Dalam agenda tersebut Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Maluku Utara, Rusly Saraha, S.E., M.A.P, mengungkapkan apresiasi karena Bawaslu Halteng merupakan Kabupaten pertama yang melaksanakan P2P 2026 di Maluku Utara. Ia berharap kegiatan ini bukan sekedar seremonial semata melainkan betul-betul menghasilkan kader-kader terbaik.
"Saya berharap dari kegiatan ini dapat mencetak kader-kader pengawas partisipatif yang berfungsi dan bergerak untuk Pemilu 2029 yang bermartabat," kata Rusli dalam sambutannya.
Selain itu, Ketua Bawaslu Halteng, Sitti Hasmah Bt. Mohd Amin, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat secara langsung untuk menciptakan pemilu yang bersih di wilayah Fagogoru.
"Masyarakat harus terlibat untuk ciptakan pemilu bersih di wilayah Fagogoru," pintanya
Ada 4 Materi Dalam Agenda P2P:
Pertama dan kedua, terkait dengan Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu serta "Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu. Dan ini difasilitasi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Halteng, Munawar Wahid, S.Sos.
Ketiga, Ketua Bawaslu Halteng, Sitti Hasmah Bt. Mohd Amin, S.Pd, mengenai Teknis Pengembangan Gerakan Partisipatif.
Sementara ke empat, dari Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Halteng, Jeplin G. Maitimu, S.Pd.,M.Si, mengenai Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital serta Teknis Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas.
"Sebagai output nyata dari kegiatan ini, para peserta P2P secara kolektif sepakat untuk membentuk komunitas alumni pengawas partisipatif dilanjutkan dengan menyusun rencana tindak-lanjut sebagai agenda komunitas kedepan," tandasnya. (red)
