![]() |
| Pemerintah Kota Ternate, WVI dan PT. Bio Agromitra Indonesia |
TERNATE, Lensahalmahera.com — Wahana Visi Indonesia (WVI) melalui Project INCLUSION bersama PT. Bio Agromitra Indonesia (Biokonversi) terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, dalam mendorong pertanian inklusif, ketahanan pangan, serta pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.
Pembahasan itu yang berlangsung di Ruang Bappelitbangda Kota Ternate, Kamis (11/6/2026) kemarin. Turut hadir Walikota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si., Kapala Bappelitbangda Kota Ternate, Ir. Thamrin Marsaoly, S.P., M.Sc, Kadis Pertanian Kota Ternate, Faisal Harun Dano Husein, S.P, M.Si dan Kadis Lingkungan Hidup Kota Ternate, Musli Mohamad, ST, M.Eng.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan yang tangguh sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah perkotaan melalui pendekatan ekonomi sirkular. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertanian, urban farming, penghijauan lingkungan, serta ketahanan pangan keluarga.
Melalui Project INCLUSION, WVI memfasilitasi sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, kelompok tani, organisasi penyandang disabilitas, kelompok perempuan, perguruan tinggi, dan komunitas lokal.
"Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas dan inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat," kata Purwono Budhi Rahmadi Team Leader Project INCLUSION Malut.
Sejak tahun 2022, pendekatan Inclusive Market Systems Development (iMSD) yang diterapkan bersama PT. Bio Agromitra Indonesia telah berhasil memperluas akses petani terhadap teknologi pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan pupuk hayati Biokonversi di berbagai wilayah Maluku Utara.
Purwono memaparkan bahwa pertanian, ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan masyarakat merupakan isu yang saling berkaitan dan membutuhkan kerja sama berbagai pihak.
"Karena itu kami mendorong kolaborasi lintas sektor agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh semua pihak, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, petani kecil, dan masyarakat perkotaan," ujar Purwono dengan tenang tapi menginspirasi
Pertengahan tahun 2026, program tersebut telah menjangkau sebanyak 6.407 petani, dengan 1.126 petani di antaranya telah mengadopsi penggunaan Biokonversi dalam usaha tani mereka. Selain itu, program ini juga telah menjangkau 959 penyandang disabilitas, sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan pertanian yang inklusif dan berkeadilan.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Bio Agromitra Indonesia, Isra Darma, mengatakan pengelolaan sampah organik menjadi pupuk cair merupakan solusi yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan sampah organik melalui teknologi pengolahan yang tepat dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan penghijauan.
"Pemerintah Kota Ternate menyambut baik pengembangan kerja sama tersebut. Upaya ini dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengurangi beban sampah perkotaan yang terus meningkat," pintanya
Melalui kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Wahana Visi Indonesia dan PT. Bio Agromitra Indonesia berharap tercipta ekosistem pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan di Kota Ternate dan Maluku Utara secara umum. (sandi)
