![]() |
| Direktur PDAM Halmahera Tengah, Hairudin Amir, S.Pd., MA (dok: LH) |
Hairudin menyebut, pembenahan tersebut menjadi bagian dari program 100 hari kerja yang akan dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk evaluasi dan transparansi kinerja.
"Pada prinsipnya saya ditugaskan untuk menyelesaikan masalah. Pak Bupati berpesan, kamu dilantik untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk mendiskusikan masalah," kata Hairudin, Kamis (27/8/2026) saat ditemui media
Menurut dia, persoalan utama pelayanan air bersih di wilayah Weda selama ini bukan terletak pada ketersediaan sumber air, melainkan kondisi jaringan perpipaan.
Dia mengakui bahwa sumber air baku dari Water Treatment Plant (WTP) yang dibangun PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dinilai sudah sangat memadai dan menunjang kinerja PDAM.
"Begitu dilantik, langsung kita eksekusi. Jaringan-jaringan yang tersumbat diselesaikan. Sumber air, alhamdulillah sudah sangat memadai. Tinggal pembenahan jaringan," ujarnya.
Untuk mengatasi jaringan yang tersumbat, PDAM Halmahera Tengah berkolaborasi dengan Pemadam Kebakaran (Damkar), untuk melakukan penyemprotan pada sejumlah jaringan pipa. Langkah tersebut dilakukan karena PDAM belum memiliki fasilitas khusus untuk membersihkan jaringan perpipaan.
Hasilnya, sejumlah titik yang sebelumnya mengalami gangguan mulai kembali mengalir. Hairudin menyebut di Desa Fidi Jaya dan sejumlah wilayah di Weda menjadi bagian dari area yang telah mendapat pembenahan.
Selain membersihkan jaringan, PDAM juga melakukan penataan ulang sambungan. Sejumlah titik yang sebelumnya masih mengandalkan jaringan mulai dialihkan dan disambungkan dengan sumber WTP
"Di Desa Fidi Jaya sebagian sudah tuntas. Wilayah Weda, sebagian sudah tuntas dan sebagian lagi masih dalam tahap pengerjaan," jelasnya.
Hairudin mengatakan, sebelumnya hampir seluruh titik pelayanan di sejumlah desa dalam kawasan perkotaan mengalami persoalan distribusi air bersih.
Namun, setelah lebih dari dua bulan bekerja, ia mengatakan sekitar 80 persen persoalan jaringan telah berhasil ditangani.
"Kalau mau dipresentasikan, kurang lebih 80 persen sudah teratasi dibandingkan dengan dulu. Kita terus berbenah dan bekerja sesuai dengan keinginan masyarakat," katanya.
Digitalisasi hingga Perubahan Sistem Penagihan
Selain infrastruktur, PDAM Halteng juga mulai melakukan pembenahan dari sisi manajemen pelayanan.
Mantan anggota DPRD Halteng itu menjelaskan bahwa proses pengecekan meter pelanggan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini mulai diarahkan ke sistem digital. Untuk mendukung langkah tersebut, PDAM menjalin kerja sama dengan Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi).
"Ke depan cek meter bisa melalui sistem. Kita berusaha bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki sistem program tersebut," ujarnya.
Perubahan juga dilakukan dalam sistem penagihan pelanggan. Petugas tidak hanya datang untuk menagih rekening air, tetapi sekaligus melakukan pengecekan terhadap kondisi jaringan pelanggan.
Hairudin menginstruksikan petugas membawa peralatan ketika mendatangi pelanggan untuk mengetahui apakah terdapat kendala pada jaringan.
"Kalau ada jaringan yang terkendala, kita perbaiki. Tidak dipungut biaya, cukup bayar tagihan saja," katanya.
Menurutnya, gangguan seperti kebocoran pipa maupun keran yang tersumbat perlu segera ditangani agar pelayanan tetap berjalan dan tagihan pelanggan dapat lebih stabil.
Fokus Bereskan Persoalan Jaringan
Terkait potensi musim kemarau panjang, Hairudin menyebut kondisi sumber air di Halteng masih relatif aman. Ia menilai persoalan yang lebih dominan saat ini berada pada jaringan distribusi.
"Kalau debit air meningkat, volume air besar. Potensi untuk bersih itu lebih besar dibandingkan ketika kering," ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat keluhan masyarakat, khususnya terkait distribusi air di Fidi Jaya. Keluhan tersebut, kata dia, rata-rata berkaitan dengan jaringan perpipaan dan tekanan air yang belum optimal.
"Tekanan kurang karena memang jaringan ada yang tersumbat dan ada yang bocor. Jadi, kami fokus benahi jaringan," katanya.
Hairudin juga menyebut kondisi ketersediaan air di Halmahera Tengah masih cukup baik dibandingkan sejumlah wilayah lain di Indonesia yang mengalami persoalan krisis air. (red)
