![]() |
| Ilustrasi pengeroyokan (dok: istimewa) |
WEDA, Lensahalmahera.com — Diduga dipicu api cemburu tiga warga mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan di sebuah indekos di Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (27/8/2026)
Ketiga korban masing-masing FIR (45), VWS (25), dan MZAF(19). Mereka mengaku mengalami kekerasan dalam peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 01.00 WIT hingga 04.15 WIT.
V menyebutkan dugaan pengeroyokan tersebut melibatkan Kepala Desa Woekobe, Weda Tengah, inisial JB, bersama sejumlah orang yang disebut sebagai anggota keluarganya.
Korban mengatakan, kejadian bermula ketika JB mendatangi rumah kos dalam kondisi yang diduga pengaruh alkohol dan tak berselang lama terjadi keributan.
Menurut V, tak berselang lama JB kemudian langsung melakukan pemukulan terhadap MZAF
"Dia datang ke kos dalam keadaan mabuk dan langsung pukul A. Mereka datang sekitar 15 orang," kata V, Jumat (28/8/2026) pada media
V mengaku dirinya dan korban lainnya turut menjadi sasaran pemukulan. Ia menyebut R dan YBT sebagai dua nama yang menurut keterangannya ikut melakukan pemukulan.
"Yang pukul kami itu keluarga Kepala Desa Woekobe. Ada anak dan istrinya. Mereka yang pukul kami," ujarnya
Diduga Dipicu "Api Cemburu"
V mengungkapkan bahwa keributan tersebut dipicu persoalan hubungan asmara. Sebelumnya pernah memiliki hubungan dekat dengan kades JB
Namun, V menegaskan dirinya tidak lagi menganggap JB sebagai pacar. Ia mengatakan kini telah menjalin hubungan dengan korban MZAF
Tetapi JB masih menganggap dirinya sebagai pacar sehingga diduga muncul kecemburuan ketika mengetahui dirinya memiliki pasangan baru.
"JB menganggap saya pacarnya, tetapi saya tidak menganggap begitu. Saya sudah punya pacar," katanya
V juga mengungkapkan bahwa selama menjalin hubungan dengan JB, dirinya pernah menerima sejumlah barang, di antaranya sepeda motor, kulkas, dan perlengkapan salon.
Namun, kata V, barang-barang yang diberikan oleh JB kemudian diambil kembali olehnya
Akibat kejadian tersebut, ketiga korban mengaku mengalami luka-luka. MZAF disebut mengalami luka hingga babak belur.
Para korban kemudian melaporkan dugaan pengeroyokan tersebut ke Polres Halmahera Tengah agar diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.*
