Bikin Resah! Persiapan Maulid Nabi Diduga Dihambat oleh Anggota DPRD Halteng

Sebarkan:
Persiapan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Warga Blifitu (dok: istimewa)
WEDA, Lensahalmahera.com — Persiapan pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Fanten di Desa Blifitu, Patani Utara, Halmahera Tengah, Maluku Utara, diwarnai dugaan intimidasi terhadap sejumlah warga.

Seorang anggota DPRD Halmahera Tengah berinisial SK diduga mendatangi Desa Blifitu pada Minggu (30/8/2026) malam dan melarang warga mendirikan tenda yang akan digunakan untuk kegiatan keagamaan tersebut.

Informasi yang diperoleh Lensahalmahera.com, SK tiba di Desa Blifitu sekitar pukul 21.10 WIT. Kedatangannya itu justru menimbulkan keresahan karena diduga berupaya menghentikan persiapan pelaksanaan Fanten.

Ketua Karang Taruna Desa Blifitu, Yusup Abudin, mengatakan SK kembali mendatangi desa tersebut dan meminta warga tidak memasang tenda untuk kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

"SK kembali datang ke Desa Blifitu sekitar pukul 21.10 WIT dengan tujuan melarang masyarakat memasang tenda untuk kegiatan Fanten," kata Yusup, Senin (31/8/2026).

Selain dugaan pelarangan kegiatan, seorang warga setempat Daud Kamari, mengatakan rumahnya dihujani batu hingga menyebabkan sejumlah kaca pecah. Ia menduga tindakan tersebut dilakukan oleh SK.

Ia mengaku sempat diajak berkelahi oleh SK. Situasi tersebut membuat dirinya dan warga merasa takut.

"Empat kaca pecah dilempari oleh SK. Dia mengajak saya berkelahi, padahal saya memiliki keterbatasan penglihatan. Untuk penyebabnya, saya tidak tahu," ujar Daud.

Daud menambahkan, dirinya dengan SK masih memiliki hubungan keluarga. Namun, keberadaan SK belakangan ini semakin membuat warga resah dan ketakutan 

"Warga merasa resah karena SK meminta agar kegiatan Fanten tidak dilaksanakan di desa," timpalnya 

Hal yang sama juga dirasakan oleh Pramono Ahad, ia menuturkan seisi rumahnya di obrak-abrik oleh SK 

"Barang yang dirusak adalah rak piring, gelas, dan dua buah laptop," singkatnya (red)

Awak Lensahalmahera.com berupaya mengkonfirmasi ke SK terkait dugaan intimidasi, pelemparan batu yang di alami oleh warga. (red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini