JAILOLO, Lensahalmahera.com — Aksi nekat baru-baru ini yang dilakukan oleh warga 10 desa di Loloda Tengah, Halmahera Barat, Maluku Utara, yang mencegat kapal KM Sabuk Nusantara di tengah laut, Kamis (23/7/2026) lalu, akhirnya mendapat respons baik dari Senayan. Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Irine Yusiana Roba Putri, akan mengawal aspirasi warga agar kapal KM Sabuk Nusantara 35 berlabuh di Barataku.
"Di Loloda Tengah saya sudah berkoordinasi dengan Pak Rosihan selaku Kepala UPP Jailolo untuk menindaklanjuti secara administratif. Dalam hal ini saya siap mendorong agar Kementerian Perhubungan melakukan perubahan trayek sehingga Loloda Tengah, dapat menjadi salah satu titik singgah kapal," kata Irene saat dikonfirmasi media, Selasa (28/7/2026).
Perubahan trayek ini sangat mendesak karena masyarakat Loloda Tengah, berhak mendapatkan akses transportasi laut yang layak dan aman. Kehadiran kapal secara resmi singgah di wilayah tersebut dinilai sebagai solusi jangka panjang yang harus diperjuangkan demi pemerataan pelayanan publik.
Irene menilai tindakan tersebut tidak boleh dipandang semata-mata sebagai pelanggaran hukum. Bagi legislator ini, aksi tersebut merupakan jeritan warga akibat keterbatasan akses transportasi yang selama ini belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terluar Halmahera Barat.
"Apa yang dilakukan masyarakat bukanlah keinginan mereka. Kondisi yang tidak berpihak kepada warga Loloda membuat mereka terpaksa mengambil langkah yang sangat membahayakan keselamatan, yaitu mencegat kapal di tengah gelombang demi memperoleh akses transportasi," ungkapnya
Pemerintah harus menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi besar untuk memperbaiki pelayanan transportasi laut di kawasan kepulauan. Penyediaan trayek yang menjangkau masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin konektivitas antardaerah sekaligus melindungi keselamatan warga.
"Saat ini prosesnya sedang berjalan. Kita menunggu penyelesaian administrasi dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi sebelum saya mendorong usulan tersebut ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut," jelasnya.
Dia berkomitmen akan mengawal ketat proses ini hingga ke tingkat pusat agar masyarakat Loloda Tengah segera mendapatkan keadilan akses transportasi. Begitu seluruh proses administrasi selesai, ia memastikan usulan itu segera didorong ke tingkat kementerian.
"Saya juga memastikan akan ada penambahan trayek agar kapal resmi dapat menghampiri Loloda Tengah sehingga masyarakat tidak lagi mempertaruhkan keselamatan mereka untuk mendapatkan layanan transportasi laut," pungkasnya (red)
