![]() |
| Kuasa hukum korban dari Evidensi Law Firm, Yan Edoard Rumapar, S.H dan Ackselnaldo G. Takaliuang, S.H |
BACAN TIMUR, Lensahalmahera.com — Misteri penembakan seorang guru Jansen Lazarus Filipi Paulus (30), di Desa Sayoang, Bacan Timur, Halmahera Selatan, pada Rabu (22/7/2026) kemarin, kini menyita perhatian publik dan meninggalkan kecemasan dari warga setempat.
Melalui kuasa Hukum Yan Edoard Rumapar, S.H dan
Ackselnaldo G. Takaliuang, S.H, menegaskan pihak kepolisian mengusut tuntas dan mengungkapkan motif dari dari penembakan Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut. Menurut kuasa hukum, di balik aksi penembakan tersebut, mencuat dugaan kuat bahwa peristiwa ini tak lepas dari dinamika konflik internal yang belakangan ini terjadi.
"Sebelum insiden penembakan bermotif gelap ini terjadi, korban diketahui sempat berupaya untuk mengakomodir permasalahan krusial di sekolah tempat ia mengabdi," kata Kuasa Hukum Yan Edoard Rumapar, S.H, Kamis (23/7/2026), saat memberikan keterangan pers.
Kuasa Hukum menilai ini merupakan percobaan pembunuhan terencana, untuk itu kepolisian harus bergerak cepat. Tak hanya itu, Polres Halmahera Selatan perlu meningkatkan status penyelidikan dan bekerja secara intensif guna membongkar kasus penembakan misterius ini hingga ke akarnya.
"Kami meminta Polres Halmahera Selatan, untuk menghadirkan Tim Inafis dalam penanganan perkara ini. Serta melakukan penggeledahan dan pemeriksaan pihak-pihak yang di duga kuat dalam kasus penembakan ini. Ini adalah upaya pembunuhan," pintanya
Tak hanya itu, kuasa hukum menegaskan agar pihak kepolisian tidak mengabaikan latar belakang konflik yang sempat terjadi antara korban dan pihak pimpinan sekolah tempat korban mengajar.
Kasus penembakan ini menjadi ujian serius bagi integritas Aparat Penegak Hukum (APH) setempat dalam menyelesaikan permasalahan ini
"Jika dalam waktu dekat belum ada perkembangan signifikan, pihak keluarga bersama tim hukum tak segan untuk menarik perhatian pengawasan dari instansi yang lebih tinggi, termasuk Polda hingga Mabes Polri. Jangan sampai tembak-menembak menjadi hal biasa apabila terjadi konflik," tegasnya
Awak media Lensahahalmahera.com juga berupaya mengkonfirmasi ke Polres Halmahera Selatan dan pihak pimpinan sekolah setempat. (red)
