Anggota DPRD Halteng Diduga 'Lari' saat Diperiksa

Sebarkan:
Ilustrasi 

WEDA, Lensahalmahera.com — Anggota DPRD Halmahera Tengah inisial SK diduga "lari" saat menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik Polres Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (6/8/2026). Penyelidikan itu atas dugaan pemerasan senilai Rp20 juta terhadap enam orang inisial SB, DB, MB, UB, EB, dan RS dengan iming-iming membantu selesaikan masalah

Kuasa hukum korban La Sihadin, S.H mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut berkaitan dengan pemerasan terhadap kliennya senilai Rp20 juta. Tapi sangat disayangkan sikap Anggota DPRD seperti itu meninggalkan proses pemeriksaan tanpa kejelasan. Kini menjadi perhatian publik karena melibatkan seorang anggota DPRD aktif

"Pemeriksaan itu berkaitan dengan pemerasan terhadap klien kami, senilai Rp20 juta. Saat itu alasannya ke toilet justru meninggalkan proses pemeriksaan. Bukannya kembali ke ruang pemeriksaan, S malah pergi dan tidak kembali untuk melanjutkan pemeriksaan," kata La Sihadin, Sabtu (8/8/2026)

La Sihadin menilai tindakan itu sebagai bentuk ketidak—kooperatif dalam proses hukum. Menurutnya sebagai pejabat publik semestinya memberikan contoh dan menghormati proses hukum.

"Kami selaku kuasa hukum merasa keberatan karena dalam proses pemeriksaan saudara S menghilang tanpa kejelasan. Dan kami merasa keberatan karena selama pemeriksaan beliau tidak kooperatif," jelasnya

Tak hanya itu, La Sihadin menjelaskan bahwa Anggota DPRD itu mengakui tidak akan mengembalikan uang kliennya Rp20 juta yang dipersoalkan dalam perkara tersebut.

"Saya tidak akan ganti uang mereka sepeser pun," ucap La Sihadin, mengikuti bahasa Anggota DPRD itu

Sementara itu, para korban mendesak Polres Halmahera Tengah mengambil langkah tegas terhadap Anggota DPRD tersebut, apabila penyidik menilai telah terdapat alasan hukum yang cukup. Tindakan tersebut semestinya menjadi atensi serius oleh penyidik Polres Halmahera Tengah.

"Torang (kami) berharap dan mendesak Polres Halmahera Tengah melalui penyidik untuk segera melakukan penahanan kepada SK karena dinilai tidak kooperatif," harapnya*

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini