![]() |
| Ilustrasi |
Berdasarkan prediksi musim kemarau BMKG, sebagian wilayah di Indonesia memasuki musim kemarau bertahap mulai April hingga Juni 2026. Tak sampai disitu, musim kemarau diperkirakan juga akan berlangsung hingga September bahkan kemarau tahun ini diperkirakan hingga November. Ini terjadi akibat pengaruh fenomena El Nino.
Camat Weda Tengah, Anthon Lambar Raya, mengatakan musim kemarau telah tiba untuk itu masyarakat agar tetap waspada. Kewaspadaan tersebut perlu ditingkatkan terutama untuk permukiman, lahan hingga kebun.
"Sekarang semua daerah mengalami musim panas (kemarau) yang panjang untuk itu tidak boleh membakar sampah yang ada di sekitar rumah atau di tempat pembuangan sampah. Jadi mari kami mencegah sama-sama sebelum terjadi," imbau Camat Anthon Lambar, kepada Lensahalmahera.com, Selasa (11/8/2026)
Tak hanya itu, Anthon juga meminta supaya masyarakat tetap memastikan tidak membakar rumput kering di kebun untuk meminimalisir terjadinya kebakaran dan merembes ke lahan lain.
"Apalagi lahan rumput yang sudah kering tara (tidak) boleh membakar. Dan bagi perokok tidak boleh membuang puntung rokok sembarangan karena mengakibatkan kebakaran jika apinya belum dimatikan," jelasnya
Menurutnya, dibeberapa daerah telah terjadi kebakaran hingga menjalar kemana-mana, untuk itu diingatkan kepada masyarakat di Kecamatan Weda Tengah tetap mewaspadai—mencegah secepatnya lebih baik.
"Kami berharap seluruh masyarakat di Weda Tengah, Halmahera Tengah, dapat bekerjasama untuk menghindari terjadinya kebakaran," pungkasnya (red)
