![]() |
| Kadis Pendidikan Halteng, Muksin Ibrahim, S.Pd.,M.M (dok:LH) |
Dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), dan diperuntukkan untuk infrastruktur pendidikan—penambahan ruang kelas. Pasalnya selama dua tahun SD GMIH Lelilef melaksanakan proses pembelajaran dua shift, pagi dan siang hari dengan jumlah ratusan siswa-siswi.
Namun, anggaran tersebut tidak hanya ditujukan di SD GMIH Lelilef, tetapi juga SD Inpres Lelilef, SD Waibulan, dan SD Negeri Lukolamo, Weda Tengah, Halmahera Tengah
"Tahun ini akan di bangun bertingkat, mengantispasi karena sekolah-sekolah tersebut berada di lingkar tambang dan siswa-siswi akan semakin banyak," kata Kadis Pendidikan Muksin Ibrahim, S.Pd.M.M, kepada Lensahalmahera.com, Senin (3/8/2026) di ruang kerjanya
Muksin mengatakan bahwa pemerintah telah menginisiasi tahun ini dan telah dianggarkan masing-masing sekolah untuk penambahan ruangan kelas baru.
"Anggaran masing-masing Rp 2.5 miliar karena dibangun bertingkat. Karena sesuai dong (mereka) punya lokasi, untuk penambahan RKB kan tidak bisa lagi bangun lebih dari sesuai dong punya lokasi," sebutnya
Saat ditanya target, Muksin menuturkan jika sesuai dengan progres—kontrak, akan ditargetkan selesai tahun ini
"Kalau tahun ini selesai, Insyaallah tahun depan dapat digunakan ruang kelas tersebut," pungkasnya (red)
