![]() |
| Kabag Penataan Ruang Halteng, Ir. Bambang Prakoso, ST (dok: LH) |
WEDA, Lensahalmahera.com — Pembangunan jalan Tabalik di Weda Tengah, Halmahera Tengah, kini terkendala proses perizinan penggunaan kawasan hutan. Tetapi pemerintah daerah tak berdiam diri, Pemda menyusun skema mutakhir untuk proses perizinan izin pinjam pakai kawasan hutan pembangunan jalan tersebut
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Penataan Ruang Halmahera Tengah, Ir. Bambang Prakoso, ST. Dia mengatakan proses perizinan kini sedang dipercepat melalui koordinasi dengan Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Manado
"Hari ini torang (kami) sementara zoom dengan BPKH Manado. Mereka yang akan melakukan tata batas, dan itu sudah dilakukan dalam rangka percepatan pembangunan jalan Tabalik yang masuk pada kawasan hutan," kata Bambang, Senin (24/8/2026) saat ditemui media
Keberadaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antar—wilayah, tetapi dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Dia berharap agar pembangunan itu segera dituntaskan, sehingga pekerjaan fisik jalan dilanjutkan
"Tinggal menunggu izinnya, jika sudah terbit, awal bulan depan pekerjaan sudah bisa dilaksanakan," ucapnya
Pemerintah daerah bersama Dinas Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum serta BPKH Wilayah VI Manado terus melakukan koordinasi untuk mempercepat proses perizinan.
"Pekerjaan jalan ditargetkan akhir tahun ini sudah selesai. Tinggal sedikit lokasi yang mau diteruskan, tetapi kendalanya berada di kawasan hutan. Karena itu dibutuhkan persetujuan pinjam pakai agar pelaksanaan pekerjaan tidak menyalahi aturan," pintanya
Setelah akses jalan terbuka, kawasan yang berada di luar wilayah hutan dapat dikembangkan sesuai dengan peruntukan tata ruang
"Orang bisa bangun pusat perdagangan, tempat usaha yang sesuai dengan peruntukannya. Kalau di dalam kawasan hutan tidak bisa karena itu menyalahi aturan," cetusnya
Menurutnya, terbukanya akses itu dapat menciptakan peluang investasi bagi masyarakat. Masyarakat dapat membuka usaha seperti tempat jualan, kos-kosan, penjualan bahan bakar hingga bengkel kendaraan. Hal ini tumbuh seiring terbukanya akses jalan.
"Ketika akses jalan itu sudah terbuka dan secara tata ruang tidak bermasalah, ada value investasi yang kuat di situ," ungkapnya
Ada "asa" Jalan Tabalik Baru Tekan angka Insiden
Ada "asa" pembangunan jalan Tabalik dapat menekan angka kecelakaan di kawasan tersebut.
"Kalau jalan Tabalik terbangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat, itu bisa meminimalisir angka kecelakaan yang selama ini cukup tinggi," harapnya
Ketika ditanya terkait besaran anggaran dan nilai investasi pembangunan itu. Bambang mengaku itu bukan kewenangannya.
"Nanti konfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum," timpalnya
Bambang mengimbau masyarakat mendukung proses pembangunan jalan Tabalik agar segera dilanjutkan dan dimanfaatkan.
"Harapannya masyarakat mendukung ini sehingga aksesnya bisa terbuka. Yang paling penting, meminimalisir angka kecelakaan yang selama ini cukup tinggi di daerah Tabalik," tandasnya*
