![]() |
| Kepala UPTD Puskesmas Lelilef, Asjuati Tawainella (dok: istimewa) |
Asjuati, mengatakan bahwa saat ini pelayanan terbatas pada observasi 6jam pasien di UGD. Jika belum ada perbaikan maka pasien yang membutuhkan rawat inap akan di rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kota Weda
"Tujuan kami agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan rawat inap tidak perlu dirujuk ke RSUD Weda," kata Asjuati, kepada Lensahalmahera.com, Sabtu (22/8/2026) saat di konfirmasi
Selain itu, Asjuati pun mengharapkan agar tenaga medis perlu ditambahkan. Menurutnya, persoalan tersebut telah disampaikan ke pemerintah daerah.
"Kalau sekarang bidan 12 orang, perawat 16 orang. Tapi kami butuh tambahan tenaga bidan dan perawat. Mungkin sementara di proses segala sesuatunya. harapannya bisa segera terwujud," timpalnya
Sementara itu, Asjuati mengaku hingga sejauh ini tidak ada kendala yang signifikan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tetapi, gedung puskesmas perlu menjadi atensi oleh pemerintah daerah, agar lebih layak ditempatkan
"Masalah kami adalah gedung puskesmas yang sudah tidak layak untuk ditempati. Tapi informasi dari Dinkes Halteng, dalam waktu dekat sekitar hari Senin, (24/82026) kami mulai siap-siap untuk menempati gedung baru," ungkapnya
Dia juga berharap agar gedung UPTD Puskesmas Lelilef lama nantinya dijadikan tempat tinggal para petugas
"Harapan saya gedung lama bisa tetap ditempati sebagai mess atau tempat tinggal petugas puskesmas," pungkasnya (red)
