![]() |
| Tokoh pemuda Batang Dua, Yerik Agama, S.IP., M.Si (dok: istimewa) |
BATANG DUA, Lensahalmahera.com — Warga Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, menagih janji Gubernur Sherly Laos, yang belum ditepati hingga kini. Janji tersebut diutarakan kepada warga, Sabtu (11/4/2026), saat kunjungan di Batang Dua pasca bencana—gempa bumi
Gempa bumi yang melanda Kecamatan Pulau Batang Dua di bulan April berkekuatan M7,6 SR. Dan terdapat tujuh gedung rumah ibadah, seratus rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan.
"Pasca gempa bumi, Sabtu (11/4/2026) ada kunjungan Gubernur Malut Sherly Laos ke Batang Dua dalam rangka meninjau dan memastikan warga yang terdampak gempa bumi," kata Yerik Agama, kepada Lensahalmahera.com, Kamis (20/8/2026), salah satu tokoh pemuda Batang Dua.
Yerik mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Sherly Laos berjanji akan memberikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah serta rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.
"Janji hingga itu kini tak kunjung tiba, padahal masyarakat begitu senang dan antusias ketika ada kunjungan dari Ibu Gubernur ke Batang Dua," sesalnya
Dia mengungkapkan, masyarakat menaruh harapan besar kepada Gubernur untuk membangun rumah ibadah serta rumah warga setempat yang mengalami kerusakan saat terjadi gempa.
"Warga menaruh harapan, saat ibu gubernur berjanji saat itu. Tapi torang (kami) hanya di kasih harapan palsu," ujarnya
Menurut Yerik, jika gempa bumi yang terjadi di NTT, Sabtu (15/8/2026) justru menjadi atensi khusus oleh Gubernur Malut dan mendapat bantuan Rp 1 miliar. Seharusnya, Batang Dua dalam wilayah kekuasaan Provinsi Malut tidak diabaikan karena sama-sama menyangkut hajat kemanusiaan
"Batang Dua bagian dari wilayah kekuasaan Gubernur Maluku Utara seperti diabaikan. Bantuan sebanyak itu tak kunjung tiba sampai hari ini," timpalnya
Untuk itu, kami berharap ada perhatian serius dari Pemprov dan Pemkot Ternate dalam pembangunan infrastruktur yang ada di Kecamatan Pulau Batang Dua.
"Janji yang pernah ibu Sherly Laos sampaikan pada kunjungan beberapa bulan kemarin itu agar ditepati secepatnya, tujuh rumah ibadah dan seratus rumah warga sampai hari ini belum di perbaiki karena menunggu bantuan yang dijanjikan dari Pemprov," pungkasnya (red)
