Antrean Panjang Jadi Sorotan, Puskesmas Lelilef akan Siapkan Inovasi Pelayanan

Sebarkan:
KTU Puskesmas Lelilef Waibulan, Fadli Maneke (dok: LH)
WEDA, Lensahalmahera.com — Tingginya kunjungan pasien membuat pelayanan di Puskesmas Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah, dipadati antrean. Sejumlah pengunjung bahkan harus menunggu hingga ke teras puskesmas.

Pantauan Lensahalmahera.com, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIT, kursi ruang tunggu terlihat dipenuhi pasien yang sedang menanti giliran pelayanan. Sebagian pengunjung lainnya terpaksa menunggu di area teras karena keterbatasan tempat duduk.

Meski antrean cukup padat, pihak Puskesmas Lelilef Waibulan memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan baik.

Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Lelilef Waibulan, Fadli Maneke, mengatakan pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan kepada seluruh pasien yang datang.

"Kalau keluhan pasti ada. Namun pelayanan kami tetap masih sangat baik," ujar Fadli kepada Lensahalmahera.com, Rabu (16/9/2026).

Panjangnya antrean lebih disebabkan tingginya jumlah kunjungan pasien dibandingkan dengan jumlah petugas yang tersedia. Kondisi tersebut membuat sebagian harus menunggu lebih lama.

"Kalau setiap pasien datang, kami langsung layani. Hanya saja yang membuat lambat adalah jumlah kunjungan yang terlalu tinggi. Persoalannya lebih kepada antrean," katanya.

Dinkes Siapkan Inovasi atasi Antrean Panjang

Untuk mengatasi kepadatan antrean, Pemerintah Halmahera Tengah melalui Dinas Kesehatan menyiapkan inovasi pelayanan berupa strategi Dekomprensi Antrean Panjang (DAP).

Fadli menjelaskan, langkah itu untuk mengefisiensi waktu. Sehingga ke depan ada penambahan loket pelayanan, penerapan sistem antrean digital—antrean online, hingga pengaturan jadwal berdasarkan jenis pelayanan tertentu.

Pengunjung dapat melakukan pendaftaran lebih awal dan mengetahui nomor antrean sebelum datang ke puskesmas. Dengan demikian, waktu kedatangan pasien dapat disesuaikan sehingga penumpukan di ruang tunggu dapat dikurangi.

"Kalau menggunakan antrean online, pasien sudah bisa mendaftar dari malam. Pasien bisa memperkirakan waktu kedatangannya sehingga tidak terjadi penumpukan di dalam ruangan," ucapnya.

Fadli menilai penerapan sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan sekaligus membuat waktu tunggu pasien menjadi lebih terukur.

"Program ini dari Dinas Kesehatan. Namanya inovasi dekompresi antrean panjang pada layanan kesehatan. Tujuannya agar pelayanan bisa lebih cepat," timpalnya.

Kepesertaan BPJS Jadi Perhatian

Sementara itu, kepesertaan BPJS juga menjadi salah satu hal yang kerap ditemui dalam pelayanan di Puskesmas Lelilef Waibulan.

Menurut Fadli, puskesmas memprioritaskan pelayanan bagi peserta BPJS yang terdaftar pada fasilitas kesehatan tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian karena pasien yang datang berobat berasal dari berbagai wilayah.

Tidak sedikit warga yang bekerja atau telah menetap di Weda Tengah, tetapi kepesertaan BPJS mereka masih terdaftar pada fasilitas kesehatan di daerah asal.

"Pasien yang kepesertaannya di luar wilayah, ketika berobat di sini dapat dilayani sebagai pasien umum setelah melewati ketentuan kunjungan yang berlaku," jelasnya.

Karena itu, Fadli menyarankan masyarakat yang telah bekerja atau menetap di wilayah Weda Tengah untuk memindahkan kepesertaan BPJS ke Puskesmas Lelilef Waibulan.

Menurutnya, langkah tersebut dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan sekaligus membantu kelancaran pelayanan di puskesmas.

"Karena langkah itu dapat memudahkan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kesehatan," pungkasnya. (asira)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini