Bikin Geger! Karyawan PT IWIP Diserang 7 OTK Dengan Parang di Weda Tengah

Sebarkan:
Ilustrasi 

WEDA, Lensahalmahera.com — Seorang karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), RHM (29), menjadi korban dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah, Selasa (8/9/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.10 WIT di Taman Masjid Raya Lelilef Waibulan. Korban diduga diserang sekelompok orang tidak dikenal (OTK) yang diperkirakan berjumlah tujuh orang.

Akibat kejadian itu, RHM mengalami luka robek pada bagian siku—tangan kiri dan diduga mengalami patah tulang. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Lelilef Waibulan untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolsubsektor Weda Tengah, IPDA A. Rajak Jauhati, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat.

"Korban satu orang, RHM (29). Saat itu korban dikejar dan dibacok menggunakan parang. Terduga pelaku belum diketahui," kata Rajak, Selasa (8/9/2026).

Menurut Rajak, sebelum kejadian korban bersama seorang temannya sedang duduk di sekitar kawasan Taman Masjid Raya Lelilef Waibulan. Dan sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah tujuh orang mendatangi korban.

Kelompok tersebut mendatangi korban dan diduga langsung melakukan pemukulan terhadap korban. RHM kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke arah jalan, namun terus dikejar hingga terjatuh.

"Korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri, tetapi dikejar hingga terjatuh," ungkap Rajak.

Dalam kondisi tersebut, korban diduga kembali diserang menggunakan senjata tajam jenis parang.

"Korban mengalami luka robek pada siku atau tangan sebelah kiri serta diduga mengalami patah tulang," ujarnya.

Sementara itu, saksi Ashari Gay (34) mengatakan, korban sempat berlari menuju konternya untuk meminta pertolongan setelah kejadian.

"Korban minta tolong ke saya. Korban bilang dia kena potong. Setelah itu saya bantu larikan ke puskesmas," ujarnya

Usai mendapatkan pertolongan awal, Ashari bersama korban kemudian mendatangi Polsubsektor Weda Tengah untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Torang (kami) langsung ke Polsubsektor Weda Tengah untuk melaporkan kejadian tersebut," katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para terduga pelaku sekaligus mendalami motif di balik dugaan penganiayaan tersebut. (red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini