TERNATE, Lensahalmahera.com — Layak, Timnas Spanyol keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Dibawa asuhan Luis de la Fuente, La Furia Roja menang telak 1-0 atas timnas Argentina, Ferran Torres mencetak gol atas kemenangan itu di menit 106 extra time.
Laga yang berlangsung di New York Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, gol tersebut bermula dari umpan silang Pedro Porro dari sisi kanan, dan Nico Williams melindungi bola dan menyundulkan ke tengah kotak pinalti. Bola jatuh ke arah Ferran Torres dan tanpa ragu ia melepaskan tembakan keras bahkan Emiliano Martinez tak mampu membendung tembakan tersebut.
Tapi yang mengejutkan adalah sepanjang laga 90 menit, Lionel Messi dkk, tidak menciptakan shoot on target ke gawang Spanyol, ini menjadi kenangan pahit bagi Albiceleste. Laga yang berlangsung didominasi oleh Spanyol. Timnas Argentina juga pernah kalah telak 1-6 dari Timnas Spanyol dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, pada tahun 2018.
Menariknya tiga hari sebelum final bergulir salah satu pendukung Timnas Spanyol Jufri Bayar, S.H, telah memprediksi bahwa kemenangan menjadi milik La Furia Roja, walaupun prediksi score meleset tapi soal kemenangan tidak.
"Saya prediksi awal itu 2-1 tapi tapi ternyata meleset. Tidak mengapa, karena yang pasti saya memprediksi kemenangan akan jatuh ke tangan Timnas Spanyol bukan Argentina," ujar Jufri Bayar, Senin (20/7/2026) dengan penuh semangat
Koordinator Wilayah XV GMKI Malut itu mengapresiasi kepada timnas favoritnya atas perjuangan dan kemenangan. Keterampilan menjadi identitas sepak bola Spanyol kembali membuahkan hasil. Gol Ferran Torres menjadi pembeda dalam laga final yang berlangsung ketat.
"Hal ini sekaligus membuktikan bahwa kesabaran dalam membangun serangan tetap bisa menaklukkan pertahanan sekuat Argentina," pungkasnya
Menurut Jufri, yang menarik dari Timnas Spanyol adalah permainan mereka yang mengandalkan kerja kolektif, gotong royong, marimoi ngone futuru. Spanyol memperlihatkan sepak bola modern yang khas: dominasi penguasaan bola, pressing kolektif, sirkulasi umpan yang rapi, dan disiplin bertahan.
"Perlu basudara samua dong (kalian-red) tahu bahwa sepanjang Piala Dunia 2026, mereka hanya kebobolan satu gol hingga akhirnya mengangkat trofi dunia, hal itu cukup membuktikan bahwa Timnas Spanyol adalah satu-satunya timnas di Pildun 2026 yang kuat pertahanannya bak tembok benteng Tahula di Tidore," sebutnya
Dari EURO hingga kini menjadi juara Piala Dunia 2026, generasi baru Spanyol membuktikan bahwa filosofi 'La Roja' tetap hidup. Era berganti, pemain berganti, tetapi identitas sepak bola Spanyol tetap menjadi salah satu yang terbaik di dunia. (red)
