![]() |
| Ilustrasi AI |
"Jadi saksi-saksi tar mau bersaksi, karena takut kades," ungkap V, Rabu (2/9/2026)
V mengaku kecewa atas dugaan kekerasan yang dialaminya. Ia menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan tanpa tindakan kekerasan, terlebih JB merupakan kepala desa yang memiliki tanggung jawab sebagai pejabat publik.
Tak hanya soal dugaan penganiayaan, V juga mengaku dirinya bersama korban lainnya diduga diusir dari rumah indekos oleh JB.
"Itu kades usir torang (kami) dari kos, padahal bukan dia punya kos. Sampe bapak kos su (sudah) tar bawa pulang torang pe (punya) doi," kesalnya.
Atas kejadian tersebut, V mendesak Bupati Halmahera Tengah mengambil langkah tegas terhadap JB. Ia berharap tidak ada pihak yang menggunakan jabatan atau kewenangan untuk bertindak sewenang-wenang.
"Supaya dia (kades) tidak sewenang-wenang menyalahgunakan kekuasaannya. Dia juga masih pantau-pantau di saya," timpalnya.
Awak Lensahalmahera.com masih berupaya mengonfirmasi ke pemilik kos dan JB terkait dugaan intimidasi dan pengusiran terhadap V dan korban lainnya. (red)
