Diduga Tak Terima Didahului, Pria di Weda Tengah Jadi Korban Pengeroyokan saat Pulang Kerja

Sebarkan:
Tangkap layar video saat korban dipukuli

WEDA, Lensahalmahera.com — Seorang pemuda berinisial RS (18) diduga dikeroyok saat perjalanan pulang kerja di Tanjakan Dua Jari, Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah. Korban terlihat berlari terbirit-birit setelah dihantam sejumlah Orang Tak Dikenal (OTK).

Korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Halmahera Tengah. Laporan itu tercatat dengan Nomor: LP/B/138/IX/2026/SPKT/RES HALTENG, tertanggal 2 September 2026.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIT. Korban mengungkapkan pengeroyokan bermula setelah dirinya mendahului sepeda motor yang ditumpangi empat orang.

"Saat itu kita dengan teman pulang kerja, pas (tepat) di tanjakan 2 jari dekat gereja itu saya lewati dorang (mereka) punya motor. Satu motor itu ada 4 orang goncengan," kata RS, pada Lensahalmahera.com, Rabu (2/9/2026).

Korban mengaku berhasil melewati kendaraan itu dan berada di depan. Menurut korban, rombongan tersebut diduga tidak terima setelah korban mendahului. Mereka disebut melontarkan makian sebelum mengejar RS bersama temannya.

"Saya belum tahu mereka mengejar. Teman saya yang bilang kalau dorang (mereka) kejar kita," ungkapnya

Pengejaran tersebut, berlanjut hingga di pertigaan. Kondisi lalu lintas saat itu disebut cukup padat karena terdapat sejumlah kendaraan yang melintas.

Korban kemudian mengurangi kecepatan dan berhenti. Empat orang yang sebelumnya berada di sepeda motor tersebut disebut turun dan menghampirinya.

Kemudian salah seorang dari kelompok tersebut menahan kendaraan korban sembari mempertanyakan tindakan RS yang disebut telah mendahului mereka.

Tangkap layar, saat korban lari dari aksi pengeroyokan
"Saya tidak tahu apa-apa dan saya juga tidak memaki mereka. Setelah itu saya langsung dikeroyok," ujarnya.

RS mengaku dipukul hingga terjatuh dari sepeda motor. Ia menyebut sempat melakukan refleks untuk melindungi diri

Namun, situasi semakin memanas setelah seorang pria lain datang dan diduga ikut melakukan pemukulan. RS mengaku jumlah orang yang melakukan kekerasan terhadap dirinya menjadi lima orang.

"Di situ ada satu lagi yang datang entah dari mana. Dia ikut membantu empat orang itu memukul saya. Jadi saya dikeroyok lima orang," katanya.

Dalam kondisi tersebut, RS mengaku memilih melarikan diri untuk menyelamatkan diri dan menjauh dari lokasi. Karena tidak ada orang di sekitar TKP yang melerai pengeroyokan tersebut.

"Saat saya dikeroyok tidak ada yang membantu memisahkan. Saya sendirian sampai akhirnya saya lari turun untuk menjauh dari lima orang itu. Saya harap polisi tindaklanjuti laporan itu sesuai ketentuan hukum," tuturnya

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Halmahera Tengah IPTU Suherlin, S.I.P., M.H., membenarkan adanya laporan yang disampaikan korban terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

"Nanti kita lidik dan periksa korban, saksi-saksi serta terlapor," singkatnya. (red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini