![]() |
| dr. Hindri Hariyanti (dok: istimewa) |
Warning itu disampaikan dr. Hindri Hariyanti, Minggu (6/9/2026). Hindri menjelaskan, Komix mengandung dekstrometorfan merupakan zat penekan batuk yang dapat digunakan secara aman apabila dikonsumsi sesuai dosis dan petunjuk penggunaan.
Namun, penggunaan dalam dosis berlebihan atau penyalahgunaan dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan menimbulkan berbagai efek berbahaya.
"Penggunaan Komix secara berlebihan bisa berakibat fatal. Efeknya dapat berupa halusinasi, gangguan tidur, gangguan emosi, kerusakan organ vital, hingga intoksikasi atau keracunan yang bisa berujung pada kematian," kata Hindri
Penyalahgunaan dekstrometorfan secara terus-menerus juga berpotensi mengganggu fungsi otak. Dampaknya dapat berupa gangguan kesadaran dan perubahan kondisi mental, yang dalam kasus tertentu dapat berlangsung meskipun penggunaan telah dihentikan.
Salah satu kondisi serius yang dapat terjadi adalah psikosis akut. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan halusinasi, munculnya keyakinan yang tidak sesuai kenyataan, serta perubahan perilaku yang tidak rasional.
"Gangguan jiwa yang bisa muncul antara lain psikosis akut, perubahan suasana hati yang ekstrem seperti mania dan depresi berat, kecemasan berlebihan, serta penurunan fungsi kognitif seperti daya ingat dan kemampuan mengambil keputusan," ujarnya.
Selain gangguan mental, Hindri menyebut penyalahgunaan obat tersebut juga dapat menimbulkan pola penggunaan yang sulit dikendalikan. Kondisi ini dapat mendorong seseorang untuk terus mengonsumsi obat meskipun telah mengetahui risiko yang ditimbulkan.
Dalam kondisi tertentu, gangguan kesadaran dan perubahan perilaku tersebut juga dapat meningkatkan risiko tindakan berbahaya, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Hindri mendorong pemerintah, dinas terkait, serta sarana kefarmasian untuk meningkatkan pengawasan terhadap peredaran dan penggunaan obat yang mengandung dekstrometorfan.
Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, pengawasan penjualan, serta memastikan obat digunakan sesuai ketentuan dan petunjuk tenaga kesehatan maupun aturan pada kemasan.
"Yang perlu dilakukan adalah pembatasan penjualan, pencatatan setiap pembelian, penjualan hanya melalui apotek atau fasilitas kefarmasian yang berwenang, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan Komix secara berlebihan," tegasnya.
Hindri mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan obat batuk di luar dosis yang dianjurkan. Jika muncul efek yang tidak biasa setelah mengonsumsi obat, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.*
