![]() |
| Ilustrasi |
Peristiwa berdarah itu terjadi, Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 3.40 WIT di kosan belakang Pertashop Desa Lelilef Waibulan, Weda Tengah, Halmahera Tengah.
Kapolsubsektor Weda Tengah IPDA. A. Rajak Jauhati mengatakan kejadian tersebut dipicu dari kesalahpahaman dan dipengaruhi minuman keras. Kata dia, mereka sempat mengkonsumsi minuman keras sama-sama dengan
"Peristiwa itu karena kesalahpahaman, dan dipengaruhi minuman keras. Pada, Kamis (6/8) pukul 17.00 WIT korban L.O.R dan IR sedang mengkonsumsi miras bersama teman-temannya di kosan dan pukul 23.00 WIT, L.O.M.H datang dan bergabung bersama korban dan teman-temannya," kata A. Rajak, Sabtu (8/8/2026).
Dia jelaskan, terjadi perkelahian antara terduga pelaku dengan korban IR karena kesalahpahaman, Jumat (7/8)nsekira pukul 2.00 WIT. Namun, berhasil dilerai dan kedua belah pihak sempat berdamai. Selanjutnya terduga pelaku kembali ke kosnya.
"Karena telepon genggamnya tertinggal, terduga pelaku L.O.M.H kembali untuk mengambilnya. Menurut pengakuan saksi, saat itu saksi membuka pintu dan menyerahkan telepon genggam tersebut milik terduga pelaku lalu kembali tidur," ungkapnya
Tetapi korban IR keluar menemui terduga pelaku, saat kembali ke kamar korban kondisi kepala berlumuran darah. Melihat kejadian tersebut, saksi langsung keluar dan berusaha melumpuhkan terduga pelaku dengan merebut pisau yang berada di tangannya.
"Mendengar keributan itu korban lain L.O.R kemudian datang dengan maksud membantu merebut pisau dari tangan terduga pelaku, namun korban ditikam," timpalnya
Tidak menunggu lama, korban L.O.R dan IR dilarikan ke Puskesmas Lelilef untuk mendapatkan perawatan medis,
"Korban L.O.R tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan awal dengan membuka pakaian korban, ditemukan luka tusuk pada bagian dada. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia. Sementara IR akan dirujuk ke RSUD Weda," tandasnya (red)
