Antrean BBM Mengular, Sampah Menumpuk: Weda Tengah Dihantui Persoalan di Tengah Gemerlap Industri

Sebarkan:
Warga antre saat pengisian BBM (dok: LH)
WEDA, Lensahalmahera.com — Hiruk pikuk di Weda Tengah bukan karena kendaraan mondar-mandir dijalanan tetapi antrean kendaraan yang mengular di Pertashop serta persoalan sampah yang belum tertangani menjadi persoalan yang kembali mencuri perhatian warga di Weda Tengah, Halmahera Tengah.

Pantauan Lensahalmahera.com, Selasa (1/9/2026), antrean kendaraan di salah satu Pertashop di Lelilef Waibulan sekitar pukul 07.30 WIT. Sejumlah pekerja yang baru pulang dari aktivitas kerja terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

Kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Warga menyebut antrean panjang di lokasi itu sudah menjadi persoalan yang berulang dan membutuhkan perhatian serius dari pihak terkait.

Akbar, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengatakan kondisi serupa telah berlangsung cukup lama. Menurut dia, antrean yang terjadi saat itu bahkan masih tergolong lebih pendek dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Di sini memang begini sudah, antre terus. Tapi ini masih lumayan, sebelum-sebelumnya itu antre panjang sekali," kata Akbar, Selasa (1/9/2026), saat ditemui awak Lensahalmahera.com

Akbar menilai kepadatan penduduk dan aktivitas industri di kawasan lingkar tambang, khususnya di Desa Lelilef Sawai dan Lelilef Waibulan, turut meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar.

Karena itu, dia meminta pemerintah dan pihak terkait tidak menganggap persoalan antrean BBM sebagai masalah sepele.

"Masalah seperti ini jangan dianggap remeh lah," kesalnya.

Sampah Menumpuk di Jalan Lingkar Tambang

Warga juga menyoroti masalah sampah yang hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal di Weda Tengah.

Salah satu titik yang menjadi sorotan berada di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Desa Lukolamo, tepatnya di kawasan jalan lingkar tambang di kawasan industri PT Indonesia Weda Industrial Park (IWIP).

Tempat penampungan sampah (dok: LH)
Warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, sampah di lokasi tersebut dibiarkan menumpuk selama berhari-hari. Bahkan, sebagian sampah disebut dibakar di sekitar lokasi TPS

"Sampah yang lokasinya di Jalan Lukolamo dibiarkan berhari-hari dan dibakar di situ," ungkapnya.

Kondisi itu menimbulkan aroma menyengat yang mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Tengah, segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah di kawasan Weda Tengah.

Menurutnya, keberadaan TPS saja belum cukup untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat seiring padatnya aktivitas masyarakat dan industri di kawasan lingkar tambang.

"Sampai saat ini kan belum ada TPA di sini, baru ada TPS," sebutnya

Warga berharap persoalan antrean BBM dan sampah tidak dibiarkan berlarut-larut. Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah agar pertumbuhan kawasan industri di Weda Tengah berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan dasar dan kualitas lingkungan bagi masyarakat. (red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini